December 20 danangjp 2Comment

IMG_4668

Malam itu, beberapa mobil tampak berjajar di depan sebuah gedung berpenampilan unik, dengan hiasan berbentuk gunungan yang diapit oleh dua ular naga dan tulisan megah: “Bharata Purwa”. Ya, inilah gedung tua yang sejak tahun 1960-an telah menjadi pusat pertunjukan wayang orang di Jakarta. Bahkan bisa dibilang, ini adalah satu-satunya gedung yang menampilkan pertunjukan wayang orang secara reguler di Jakarta.

Di dalamnya, setiap Sabtu malam, digelar pertunjukan wayang dengan lakon yang berbeda-beda tiap minggunya. Saat saya bertanya pada pak Yunus, yang sering saya sebut sebagai ‘bakul tiket Bharata’ alias orang yang perlu dihubungi saat ingin memesan tiket pertunjukan wayang orang Bharata, beliau mengatakan bahwa pertunjukan wayang orang di gedung Bharata Purwa adalah setiap Sabtu jam 20.00 WIB. Tiap dua minggu sekali dipentaskan seri Bharatayuda, yaitu seri perang antara Pandawa dan Kurawa.

Menonton pertunjukan wayang orang di gedung ini sangatlah menarik dan penuh pengalaman unik. Saat masuk ke dalam gedung, penonton akan disambut oleh hiasan dinding berupa tokoh-tokoh dalam cerita wayang. Dinding ini, sepanjang pengelihatan saya, tak pernah sepi dari orang yang ingin berfoto di depannya.

IMG_4458

Menengok ke kiri, ada loket untuk pembelian tiket yang bentuknya cukup sederhana dan klasik. Di kacanya tertera harga tiket menurut kelasnya. Di sanalah biasanya pak Yunus berdiri, menanti para pengunjung yang sudah memesan tiket beberapa hari sebelum pertunjukan atau yang sekedar ‘go show’ malam itu juga.

Masuk ke ruang pertunjukkan, saya disambut oleh udara sejuk dari pendingin ruangan yang cukup baik bekerja mengusir panasnya Jakarta. Tempat duduk yang tersedia juga terasa empuk dan nyaman walaupun dari bentuknya sudah terlihat tua dan kuno. Beberapa sudut dinding ruangan serta plafonnya memang tampak rusak dan tidak diperbaiki, tapi secara keseluruhan ruang pertunjukan ini sangat baik.

Pertunjukan dibuka dengan alunan gamelan serta tembang yang dibawakan oleh beberapa penembang dengan busana tradisional Jawa Tengah. Sekitar 30 menit setelahnya, pertunjukkan wayang orangpun dimulai.

Yang menarik adalah, saat pertunjukkan sedang berlangsung, para penjaja makanan yang berjualan di depan gedung Bharata Purwa ini, keluar masuk membawa pesanan makanan dan minuman para penonton. Beberapa juga tampak sibuk menerima pesanan. Ada yang pesan kopi, teh hangat, bahkan ketoprak, maupun sate ayam. Bagi saya, ini sungguh luar biasa! Benar-benar terasa ada di dalam sebuah pertunjukan yang merakyat! Dan memang konon kabarnya, pengurus Wayang Orang Bharata memberi kesempatan untuk para penjaja makanan, ikut mendapat rejeki dari pertunjukan di gedung tersebut.

Pukul 23.30, pertunjukkan usai. Sayapun pulang dengan membawa pengalaman serta janji untuk kembali menonton pertujukan wayang orang di gedung legendaris ini.

Sebagai catatan, bagi yang tidak terlalu mengerti bahasa Jawa ataupun lakon pewayangan, wayang orang Bharata telah melengkapi panggungnya dengan teks berjalan dalam bahasa Indonesia. Jadi jangan takut untuk tidak bisa mengikuti cerita yang sedang disajikan di atas panggung.

IMG_4570

Gedung Bharata Purwa
Jl. Kalilio No. 15, Senen – Jakarta Pusat
Reservasi: Bapak M. Yunus (0856 1211 842)

2 thoughts on “Gedung Legendaris itu bernama Bharata Purwa

    1. Hohoho…seru tuh nonton wayang orang di situ. Saran gw: pakai celana panjang & sepatu atau siapin krim anti nyamuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *