December 6 danangjp 0Comment

Jalan-jalan murah dengan hanya membawa ransel alias backpacking adalah sebuah cara untuk mencapai banyak tempat di dunia ini yang telah menjadi tren dalam tahun-tahun belakangan. Seorang pengamat pariwisata bahkan mengatakan bahwa telah terjadi perubahan besar dalam cara orang menikmati perjalanan yang kemudian mempengaruhi sektor-sektor pendukung pariwisata. Misalnya: dulu hotel selalu identik dengan kemewahan dan fasilitas yang lengkap. Tapi sekarang, hotel menjadi kian praktis dan berfasilitas seperlunya karena orang hanya menggunakan hotel sebagai tempat untuk tidur. Mereka lebih menikmati jalan-jalan berkeliling di tempat yang mereka tuju ketimbang hanya bermalas-malas menikmati bermacam fasilitas yang ditawarkan oleh sebuah hotel.

Idealnya perjalanan bertema ‘backpacking’ akan menawarkan pengalaman yang lebih kaya namun hemat biaya. Untuk itu diperlukan persiapan yang matang supaya segala sesuatu bisa dilakukan dengan efektif dan efisien. Tanpa persiapan yang matang, perjalanan a la ‘backpacking’ hanya akan membuat sengsara dan jangan-jangan malah menjadi boros.

Beberapa tips melakukan perjalanan backpacking:

1. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang tempat yang akan didatangi.

Di dalamnya termasuk mencari informasi tentang tempat-tempat wisata andalan, cara mencapainya, jarak masing-masing obyek wisata, dan pengalaman orang-orang yang sudah pernah mendatangi tempat tersebut. Hal ini penting karena dengan mengetahui informasi tersebut maka jadwal perjalanan bisa diefisienkan.
Bila memang waktu yang dimiliki sangat terbatas, mengambil paket tur di negara tujuan bukanlah suatu yang tabu. Jangan mentang-mentang backpacking, mencoba menjauh dari jalur yang mainstream lalu menganggap bahwa ikut sebuah paket tur adalah haram.
Sebuah paket tur dengan harga yang sesuai budget terkadang bisa menjadi pilihan yang baik bila ingin mencapai banyak tempat dengan waktu yang terbatas.

Ukiran dengan motif khas Toraja yang konon melambangkan kelas sosial pemiliknya.

2. Jangan bosan mencari tiket penerbangan dan penginapan yang terjangkau.

Ketika niat ber-backpacking sudah bulat dan informasi mengenai tempat yang akan didatangi sudah cukup lengkap, mulailah mencari tiket penerbangan yang terjangkau. Ingat bahwa terjangkau bukan berarti mengorbankan keselamatan. Kalau di dalam negeri, biasanya kita tahu maskapai-maskapai penerbangan mana yang bereputasi baik dan mana yang buruk. Tapi saat harus memilih maskapai lanjutan di luar negeri, cobalah untuk mencari informasi mengenai maskapai di negara tersebut.
Pengalaman memberi pelajaran pada saya bahwa memilih maskapai dengan reputasi baik sangatlah penting. Karena misalnya, saat harus melalukan penerbangan lanjutan dengan maskapai berbeda, bila salah satu jadwal penerbangannya terlambat, maka hancur sudah rencana yang telah disusun. Apalagi penerbangan dengan harga terjangkau biasanya menerapkan aturan ketat atas tiket yang sudah dibeli. Artinya, bila penumpang tidak datang, maka tiket akan hangus.
Sekedar pengalaman pribadi, terbang di hari Senin atau Kamis biasanya lebih murah. Begitu juga terbang di pagi buta ataupun malam.
Dalam hal penginapan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghemat biaya. Pertama adalah dengan memanfaatkan situs-situs pemesanan penginapan yang saat ini sudah begitu banyak di internet. Tentu saja, harus dipilah dulu mana situs yang bisa dipercaya dan mana yang tidak. Setelah itu jangan lupa untuk membaca kesan-kesan dari mereka yang sudah pernah menginap di tempat yang akan kita pilih.
Kedua, kita bisa memanfaatkan situs pertemanan “backpackers” seperti Couchsurfing (www.couchsurfing.com) yang memungkinkan kita untuk menginap gratis alias numpang di rumah orang yang juga tergabung dalam situs tersebut. Situs ini mengandalkan rasa saling percaya di antara para anggotanya. Karenanya bila bergabung dalam situs tersebut, jangan hanya ingin numpang menginap di rumah orang lain, tapi kitapun perlu membuka diri untuk bisa menampung anggota lain yang butuh akomodasi. Dengan begitu maka kita akan mendapat penilaian yang baik dari banyak orang. Penilaian ini sangat penting untuk membuat orang lain jadi percaya pada kita.

Seru-seruan bersama teman-teman Couchsurfing di Vietnam.
Seru-seruan bersama teman-teman Couchsurfing di Vietnam.

3. Buat jadwal yang detail

Saat beberapa tahun lalu saya melakukan perjalanan backpacking ke 5 negara dalam waktu hanya 6 hari, pembuatan jadwal yang detail sangatlah terasa manfaatnya. Bagi saya, waktu dan dana yang terbatas tidak harus mengorbankan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman yang kaya.
Mengambil contoh dari pengalaman saya kemarin, menyusun jadwal penerbangan yang satu dengan penerbangan yang lain dan pemanfaatan waktu di antara penerbangan-penerbangan tersebut sangatlah penting. Misal: Waktu itu saya memilih penerbangan paling lagi ke Singapura dan penerbangan di hari yang sama namun di jam yang paling malam ke Kuala Lumpur, hal ini supaya saya bisa menikmati jalan-jalan di Singapura sambil menunggu penerbangan berikutnya. Selain itu dengan tiba di tengah malam menjelang pagi di Kuala Lumpur, maka saya tidak perlu mengeluarkan biaya penginapan karena penerbangan saya berikutnya adalah penerbangan paling pagi dari Kuala Lumpur ke Ho Chi Minh.
Yang perlu diingat adalah bahwa jadwal yang detail bukan berarti tidak fleksibel. Fleksibilitas dalam perjalanan bertema ‘backpacking’ justru harus menjadi hal yang utama, karena dengan fleksibel, maka makin banyak pengalaman yang bisa kita timba dalam setiap perjalanan.

4. Berkemaslah seperlunya

Saat memutuskan sebuah perjalanan dengan tema backpacking, maka kita harus bersiap untuk berjalan jauh, mengejar kendaraan umum, maupun tidur di bandara sambil menunggu penerbangan berikutnya. Untuk itu mengemas barang sesuai kebutuhan adalah keterampilan yang juga sangat dibutuhkan seorang backpacker, karena membawa beban yang berlebih hanya akan membuat kita kelelahan saat harus berjalan cukup jauh, tidak bisa naik kendaraan umum, dan susah menjaga barang-barang saat harus beristirahat di tempat umum. Barang yang berlebihan juga beresiko membuat pengeluaran lebih karena harus membayar kelebihan bagasi.
Sekedar informasi tambahan, batas maksimum cairan yang boleh dibawa ke dalam kabin pesawat dalam penerbangan internasional adalah 100ml atau 100mg. Jadi jangan sampai barang-barang berupa cairan kita dibuang percuma oleh petugas bandara hanya karena berlebihan membawanya.

Sumber: Backpackeradvice.com
Sumber: Backpackeradvice.com

Bila keempat hal di atas kira-kira sudah terpenuhi, mari ikut saya berpetualang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *