January 30 danangjp 1Comment

Pernah dengar situs daring bernama Couchsurfing? Bila belum, maka saya akan sedikit berbagi tentang situs yang sudah 7 tahun menjadi bagian dari hidup saya ini.

Saya pertama kali bergabung dengan Couchsurfing pada tahun 2008. Saat itu saya kebetulan tinggal di sebuah rumah di Bali bersama seorang teman yang juga senang dengan kegiatan backpacking dan tergabung dalam situs pertemanan para backpacker ini. Di rumah kecil itu kami memiliki ruang keluarga, yang walaupun kecil, mampu menampung teman-teman yang hendak menginap. Karena itulah kami membuka kesempatan pada anggota Couchsurfing lain yang hendak tinggal di rumah kami.

Bersama teman-teman Couchsurfing di Bali.
Bersama teman-teman Couchsurfing di Bali.

Tamu pertama yang menghubungi dan kemudian menginap di rumah kami selama 3 hari adalah Romchyk, seorang anggota Couchsurfing asal Rusia, yang dari profilnya telah mendapat begitu banyak penilaian bagus dari anggota lain yang pernah dihampirinya. Ya, ini adalah bagian paling penting dari Couchsurfing, yaitu bahwa kita harus selalu memastikan bahwa orang yang hendak menumpang di rumah adalah orang baik-baik. Caranya tentu dengan melihat profilnya, lengkap dengan testimoni yang telah dibuat oleh orang-orang yang pernah bertemu atau menumpangi calon tamu kita itu. Walaupun selama ini saya selalu mendapat tamu yang baik, tapi tidak menutup mata bahwa banyak cerita yang mengatakan tentang adanya oknum yang suka mencuri saat diberi tumpangan dan lain-lain.

Setelah menjadi tuan rumah untuk Romchyk, kamipun kedatangan banyak tamu lain yang berasal dari begitu banyak negara di dunia. Ada yang dari Kanada, Perancis, Swiss, New Zealand, dan banyak lagi. Ini jelas menyenangkan karena dengan kedatangan mereka maka sayapun jadi punya teman di berbagai penjuru dunia. Tidak hanya itu, obrolan bersama merekapun memperkaya wawasan saya. Dari mereka saya jadi banyak tahu mengenai budaya negara asal dan cerita-cerita perjalanan mereka selama ini yang sangat menarik. Beberapa dari mereka yang pernah menumpang di rumah saya adalah backpacker sejati yang berkeliling dunia dengan hanya membawa ransel dan tinggal dengan cara menumpang dari rumah ke rumah. Seru ya!

Seru-seruan bersama teman-teman Couchsurfing di Vietnam.
Seru-seruan bersama teman-teman Couchsurfing di Vietnam.

Cerita tentang Couchsurfing tidak melulu tentang menumpangi orang, tapi tentu juga tentang numpang di rumah orang lain, di negara lain. Ceritanya saat itu saya berbackpacking ke Ho Chi Minh City, Vietnam. Saat itu saya berhasil menghubungi seorang anggota Couchsurfing asal Inggris yang kebetulan tinggal di sana dan membuat janji temu. Pertemuan ini rupanya menjadi sangat seru karena dia membawa serta teman-teman Couchsurfing lain dan akhirnya kami bisa saling bertukar pikiran, berbagi tips menikmati Ho Chi Minh City, dibawa ke tempat-tempat makan enak dan murah yang hanya orang lokal yang tahu, serta tips untuk perjalanan saya berikutnya ke negara yang kebetulan berbatasan langsung dengan Vietnam. Itu adalah pengalaman yang tak terlupakan dan tidak akan pernah terjadi bila saya tidak bergabung dalam Couchsurfing.

Couchsurfing secara lokal juga tidak kalah menariknya. Di Bali, anggota Couchsurfing memiliki perkumpulan yang rajin bertemu entah sekedar untuk kumpul-kumpul maupun mengadakan acara-acara lain. Acara kumpul-kumpul ini menjadi seru saat masing-masing anggota membawa serta tamu-tamu Couchsurfing yang kebetulan sedang numpang di rumah mereka. Di sini saya bisa bertemu dengan makin banyak orang dari belahan dunia yang berbeda. Rasanya seperti berkeliling dunia saat mendengar cerita-cerita mereka.

couchgraph
Sumber: www.couchsurfing.com

 

Tertarik untuk bergabung? Coba saya klik www.couchsurfing.com

 

One thought on “Keliling Dunia Gratis Dengan Couchsurfing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *